Total Tayangan Halaman

Rabu, 13 Juli 2011

Konflik Libya

Libya, salah satu wilayah di Afrika Utara, sedang bergejolak. Gejolak Libya ini berkaitan dengan gejolak yang terjadi di Mesir. Bedanya presiden Mesir, Hosni Mubarak, mau mundur sedangkan presiden Libya, Moammar Khadafi, bertekad tidak akan menyerah terhadap pemberontak. Akhirnya terjadi perang saudara yang membuat Libya terpecah dua, pemerintah resmi di Barat beribukota di Tripoli, dan pemerintah oposisi/pemberontak di Timur beribukota di Benghazi. Pasukan oposisi yang awalnya kalah persenjataan akhirnya bisa lebih bernafas lega karena NATO mau membantu untuk membombardir markas pasukan Khadafi, pasukan Khadafi pun semakin terdesak dan pasukan oposisi semakin mendekat ke Tripoli. Tapi Khadafi tetap tidak mau menyerah, berkali-kali pasukannya membuat serangan balasan ke pasukan oposisi, meskipun tidak dapat merebut kota yang telah diduduki pasukan oposisi. Lalu berkembang berita mengenai pasukan oposisi yang menjarah penduduk kota yang telah didudukinya. Masyarakat Libya sudah sepantasnya bingung mana pemerintah yang lebih baik untuk didukung, antara Khadafi yang otoriter namun di masa dia memerintah, keadaan Libya stabil namun pembangunan lebih terpusat ke Tripoli dan terjadi KKN di antara kroni-kroni dan keluarga Khadafi (mirip situasi jaman Orde Baru dulu yang ekonomi Indonesia terpusat di Jakarta dan terjadi KKN di antara kroni-kroni dan keluarga Soeharto) atau pemerintah oposisi yang belum teruji apakah akan lebih baik dari masa Khadafi memerintah atau malah lebih buruk (seperti yang pernah terjadi di Kamboja masa pemerintahan Pol Pot yang mengkudeta Pangeran Shihanouk, rakyatnya malah semakin sengsara). Yah mungkin inilah yang disebut hidup adalah takdir, tidak tahu yang mana yang akan memerintah nanti, kita hanya bisa mengira-ira dan melihat perkembangan selanjutnya.

Iran vs AS & Israel

Iran, sebuah negara di Timur Tengah sedang menjadi sorotan dunia karena akan membangun pembangkit tenaga nuklir yang disebut Amerika Serikat sebagai program pengayaan untuk senjata nuklir. AS dan Israel diduga berperan dalam menyerang Instalasi Reaktor Nuklir Iran: Bushehr dengan virus pada tahun 2010 (Stuxnet) dan 2011 (Stars). Virus-virus tersebut diduga merupakan salah satu yang membuat pemerintah Iran berkali-kali membatalkan pembukaan instalasi reaktor ini sejak sepuluh tahun yang lalu. AS takut Iran bisa mempunyai bom nuklir yang dapat digunakannya untuk menyerang sekutu terdekatnya, Israel, karena Iran sudah bisa membuat rudal yang bisa menyerang sampai ke tanah Israel, tinggal ditambah hulu ledak nuklir pada rudal itu dan diluncurkan ke Israel. Karena itu jauh-jauh hari AS sudah mempersiapkan cara-cara untuk menghambat hal tersebut. Perang Afganistan yang dilancarkan terhadap Taliban dan Perang Irak oleh Presiden George W Bush salah satu untuk menghambat hal tersebut. Posisi Afganistan dan Irak yang berbatasan langsung dengan Iran dapat menjadi strategis apabila terjadi perang dengan Iran, karena itu pemerintah AS melancarkan perang untuk mengganti pemerintahan kedua negara itu dengan pemerintah yang bisa kerjasama dengan AS. Dan perbatasan-perbatasan Iran dengan negara lainnya pun juga sudah dikuasai (baca: "dikendalikan") oleh negara AS ini. Turkmenistan, Pakistan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, negara-negara ini semua dalam kontrol AS. Pasukan AS mempunyai pangkalan-pangkalan militer disana yang setiap saat bisa digunakan untuk berperang. Ini yang sangat dikhawatirkan oleh dunia, karena apabila dua negara dengan kekuatan nuklir berperang dan salah satu mengeluarkan nuklirnya, pasti akan dibalas oleh negara lainnya dan bisa terjadi perang nuklir pertama di dunia setelah AS dan Uni Soviet hanya berperang dingin dan tidak mengeluarkan nuklirnya pada tahun 1950-1990-an. Semoga Iran benar-benar hanya akan mengembangkan nuklir sebagai pembangkit listrik dan untuk kepentingan medis seperti yang mereka bilang selama ini. AS selama ini hanya diam mengamati gerak-gerik Iran (dengan intelijen juga tentunya), karena memang Iran belum bergerak menciptakan senjata nuklir. IAEA sebagai badan nuklir dunia juga harus bekerja keras mengawasi pengembangan nuklir di Iran. Harus ditegaskan bahwa pengembangan nuklir sebagai senjata dapat membawa umat manusia ke kehancuran, dan hal tersebut harus ditentang. Sudah cukup hanya beberapa negara saja yang memilikinya. Selama ini AS, Rusia, China, Pakistan, India sudah memilikinya, dan negara yang kemungkinan besar akan mengembangkannya selain Iran adalah Korea Utara. Saya pribadi setuju dengan dilarangnya senjata nuklir dikembangkan lagi. Sudah cukup hanya negara-negara yang sudah memilikinya saja yang punya, bahkan seharusnya senjata-senjata tersebut dihancurkan saja. Lebih elegan dengan perang seperti biasa dengan tank, tentara dan senjata-senjatanya daripada dengan nuklir yang bisa mengakibatkan kehancuran besar. Malah, sebaiknya perang disingkirkan dari muka bumi ini, supaya lingkungan hidup bisa menjadi lebih baik dan umat manusia dapat berkonsentrasi ke arah pengembangan astronomi untuk mencapai planet-planet yang dapat dijadikan tempat tinggal manusia berikutnya.

Senin, 11 Juli 2011

Ekonomi Pedesaan vs Ekonomi Perkotaan

Akhir-akhir ini banyak wacana tentang TKI yang disiksa, dibunuh, dihukum mati di negara Malaysia, Arab Saudi dan negara-negara yang utamanya ada di jazirah Arab. Saya berpikir apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi dan menghapus perginya rakyat Indonesia untuk mencari uang di negara lain. Dalam otak saya, terpikir penyebabnya, karena saya asli orang Ngawi yang notabene "desa" yang hidup di Jakarta yang megapolitan dan pernah hidup di Surabaya yang metropolitan, jadi saya tahu kehidupan di Ngawi yang "mewah" (mepet sawah) dan di Jakarta dan Surabaya (baca: kehidupan desa dan kota). Kehidupan di desa sungguh monoton, mata pencaharian terbatas, dengan mayoritas petani, pedagang pasar, peternak dan penjual jasa seperti tukang bengkel, baik bengkel mobil, motor, atau sepeda dan tukang masak (maksud saya restoran, depot, warung, dll). Sedangkan kehidupan di kota beraneka ragam mata pencaharian bisa ditemui di kota, dari tukang ojek, pekerja kantoran, dokter, insinyur, pengacara, koki, tukang mengemis, tukang mengamen, bahkan tukang palak (^_^). Tetapi mayoritas penduduk Indonesia hidup di desa, dengan hanya 20% saja yang hidup di kota besar, jadi seharusnya agar Indonesia bisa maju, maka ekonomi pedesaan yang utamanya harus dimajukan. Bagaimana cara untuk memajukan ekonomi pedesaan ini? Masalah utama yang sering dihadapi di desa adalah masalah infrastruktur. Masalah ini juga saya temui di Pontianak yang notabene adalah kota terbesar di Kalimantan Barat, tapi ternyata kecil. Infrastruktur jalan raya yang memadai di Kalbar hanya ada di Pontianak sampai Singkawang, selepas daerah tersebut ada jalan beraspal, namun kondisinya memprihatinkan. Sedang di desa-desa di Ngawi kondisinya jarang ada jalan beraspal, jalan raya hanya ada di kota Ngawi dan jalan antarkota-antarprovinsi. Seharusnya infrastruktur pertama yang harus ditangani, karena apabila infrastruktur bagus, maka perekonomian akan dengan sendirinya berkembang tanpa harus distimulus lagi. Kedua, masalah yang ada di desa adalah kurangnya teknologi pertanian. Dengan makin majunya dunia dan manusia, seharusnya teknologi pertanian di desa juga semakin maju, namun yang terjadi tidak seperti itu. Teknologi masih sama seperti beberapa puluh tahun yang lalu, sehingga hasil pertanian stagnan cenderung menurun. Penurunan terjadi karena teknologi yang sudah tua tersebut semakin tua dan rusak. Keadaan lingkungan pun juga menurun karena tanah yang makin rendah unsur haranya. Dari pemberitaan, dari satu hektar tanah di tahun 2010 hanya menghasilkan 2,2 ton pangan, padahal di tahun 1980-an dapat menghasilkan 5,6 ton, turun 3,4 ton, lebih dari 50%, padahal penduduk Indonesia semakin banyak. Dan harga produk pertanian pun semakin jelek, tidak dapat mengikuti tingkat inflasi yang semakin membumbung. Tahun 1960-an, 1 kuintal beras setara dengan 10 gram emas, sedangkan di tahun 2010 1 kuintal beras hanya setara dengan 1 gram emas. Kalau begitu keadaannya, bagaimana petani bisa kaya, harga jual makin turun dan produktivitas per hektar makin turun, sedangkan mayoritas penduduk Indonesia adalah petani. Oleh karena itu, solusi yang bisa diterapkan adalah peningkatan infrastruktur dan peningkatan teknologi pertanian di desa sehingga produksi pertanian dapat makin meningkat dan meningkatkan kesejahteraan petani sehingga anak-anak petani tidak harus menjadi TKI di Malaysia dan Arab untuk disiksa dan dibunuh. Sedangkan selama ini pemerintah Indonesia lebih berpihak kepada ekonomi perkotaan yang ditandai dengan dibangunnya jalan-jalan yang bagus sekali di kota-kota, gedung-gedung yang megah milik pemerintah juga dibangun di kota, sehingga tidak heran kalau penduduk desa berduyun-duyun datang ke kota, karena kesempatan lebih terbuka di kota. Maka dari itu, sebaiknya pemerintah Indonesia mulai membuka jalan tembus ke desa (baca: infrastruktur) sehingga kesempatan di desa bertambah banyak dan ekonomi masyarakat desa makin bagus yang berakibat ke makmurnya Indonesia.

Untung Indonesia Bukan Sudan (baca: Bersyukur Lahir dan Hidup di Indonesia)

Hari ini aku membaca mengenai Menlu Indonesia, Marty Natalegawa yang mengucapkan selamat atas berdirinya negara baru, Sudan Selatan setelah berpisah dengan Sudan pada tanggal 9 Juli kemarin. Karena aku penasaran mengapa Sudan bisa terpecah menjadi dua negara, aku mencarinya di Google dan terjawablah mengapa Sudan bisa terpecah menjadi dua: karena perbedaan agama dan etnis. Sudan (dalam hal ini Sudan Utara) mayoritas memeluk Islam dan Sudan Selatan mayoritas memeluk Kristen Afrika dan Animisme; etnis di kedua wilayah ini juga berbeda (tapi aku tidak begitu mengerti tentang etnis di Sudan, jadi aku tidak membicarakannya). Kedua wilayah tersebut sudah berpuluh-puluh tahun berperang, lalu damai, lalu perang lagi dan membunuh hampir 1,5 juta orang penduduknya (setengah dari penduduk Singapura). Hal tersebut karena negara kesatuan Sudan memberlakukan Syariat Islam untuk negaranya sedangkan di wilayah Sudan Selatan yang mayoritas Kristen dan Animisme menolaknya sehingga mereka memberontak. Setelah kupikir, bagaimana seandainya apabila Indonesia yang juga berbeda agama dan suku mengalaminya, prinsip dari salah satu agama digunakan secara menyeluruh dan mengharuskan semua penduduk yang tidak semua memeluk agama tersebut melaksanakannya. Akan menjadi apa negara Indonesia ini, karena di Indonesia pun ada wilayah-wilayah yang mayoritas agamanya bukan Islam, seperti Flores yang mayoritas Katolik, Bali yang mayoritas Hindu, Papua yang mayoritas Kristen dan Katolik dan Maluku yang mayoritas Katolik dan Kristen. Ya, walaupun Syariat Islam pada dasarnya baik, dan untuk kebaikan umat manusia sendiri, tapi tetap saja, pasti ada orang-orang lain agama yang berbeda pendapat karena agama dasarnya adalah keyakinan dan tidak dapat dipaksakan (siapa sih yang tahu isi hati dan otak seseorang) dan kemungkinan sangat besar sekali untuk menimbulkan perpecahan dan perang saudara. Lalu aku berpikir lagi, untung sekali aku hidup di Indonesia yang dasar negaranya adalah Pancasila dan mayoritas saudara-saudara Muslim di Indonesia memiliki rasa toleransi dan tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain. Memang itulah (baca: Pancasila), dasar negara yang paling adil dan paling bisa mempersatukan Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika, kata-kata yang ada di bawah simbol burung Garuda itu juga "sakti" dan penuh makna sehingga dapat memberi arti pada lambang negara Indonesia. Harus diakui, pendiri-pendiri negara kesatuan Republik Indonesia ini merupakan manusia-manusia unggulan sehingga pemikiran mereka luas dan mereka berpikir untuk keseluruhan dan bukan untuk golongannya sendiri saja (karena itu mereka membuat Indonesia dikagumi dunia). Salut! pada pahlawan-pahlawan NKRI, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Jend. Soedirman, Jend. Soeharto (walaupun dipertentangkan, tapi aku tetap menyebutnya pahlawan karena tiada gading yang tak retak, tapi Pak Harto tetap seorang Pancasilais sejati yang aku kagumi), dan semua patriot bangsa Indonesia yang memperjuangkan Pancasila untuk menjadi dasar negara NKRI, karena tanpa Pancasila, Indonesia akan terpecah belah menjadi negara-negara kecil yang pasti dengan mudah akan dilibas oleh tetangga-tetangganya (baca: Malaysia, Singapura, Australia). MAJU TERUS INDONESIA! PERTAHANKAN PANCASILA!

Kamis, 30 Juni 2011

Zhang Da: "Mama Kembalilah" Inspirasi Kehidupan

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6avX2mJ7dAfwrGWxQNX9e-7-pRRlnik9zaXwVAq29or2Y39noo_7uIXQPAnLcNxnLJcBE8BVyUvuSgoPzszPWuDNn31yzqcp8OZ1c458dptXMG0PH1Ji0O70UvocTTdPZRSaN9dXVI-o/s1600/chinese+boy.jpg

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.


Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.

Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.

Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.

Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.

Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,
"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah?

Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir.

Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu."

Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,
"Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!"

Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?

Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.

Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.


Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.

Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.

Sumber :
dari artikel kesehatan www.kompas.com oleh PNO kompas online sabtu, 22 juli 2006
http://jujunjunaedi.multiply.com/journal/item/53
http://www.apakabardunia.com/2011/06/zhang-da-kisah-seorang-anak-teladan.html

Cara agar baterai laptop awet

Baterai laptop anda sering “ngedrop” sehingga sering kali anda menyalakan laptop tanpa menggunakan baterai? Hati-hati dampaknya terhadap laptop anda. Kebanyakan baterai laptop dibuat dari Li-Ion yang mempunyai umur berkisar antara 4-5 tahun. bagaimana cara merawat baterai anda agar tetap terjaga performanya? Berikut beberapa tips yang dapat anda terapkan.

1. Alasi laptop pada permukaan yang keras

Panas adalah salah satu penyebab baterai rusak. Jika anda meletakan alas yag lebut seperti bantal misalnya, maka panas yang keluar akan diserap.

2. Gunakan Listrik yang Stabil

Perhatikan listrik yang masuk ke adaptor, hindari listrik yang tidak stabil.

3. Haruskah baterai dicopot?

Jawabannya Ya dan Tidak. Jika laptop Anda dilengkapi dengan kempuan switch ketika baterai sudah terisi penuh maka langsung dialihkan ke daya adaptor, maka sebenarnya tidak perlu mencopot baterai, Namun jika tidak maka Anda bisa mencopot baterai dengan pertimbangan limetime elemen baterai. Perlu Anda pertimbangkan ketika akan mencopot baterai, apakah listrik ditempat Anda bagus? Karena ketika Anda tidak menggunakan baterai maka daya yang masuk murni berasal dari listrik dan jika listrik mati, maka laptop akan kehilangan daya.

4. Defrag Hard Disk

Lakukan defrag harddisk secara teratur, dengan defrag yang teratur maka kinerja harddisk akan lebih baik dan secara otomatis akan mengurangi beban baterai

5. Hibernate & Standby

Beralih lah ke Hibernate dan tinggalkan kebiasaan Standby

6. Harddisk & CDROM

Gunakan lebih banyak harddisk daripada menggunakan CDROM karena CDROM memakan daya yang lebih buruk dari pada harddisk

7. Kontak Baterai

Bersihkan kontak baterai Anda dengan kain yang dibasahi alkohol setiap sebulan sekali, agar transfer daya baterai tetap lancar.

8. Power Option

Gunakan pilihan Optimize, yang mana pilihan tersebut akan menggunakan maximum baterai untuk menampilkan effect maximal.

9. External Device

Jangan terlalu lama bekerja dengan external device, jika Anda menggunakan external harddisk sebaiknya file tersebut dipindahkan dan dialihkan kedalam harddisk. matikan Wifi, Bluetooth, atau external device lain jika tidak digunakan.

10. RAM

Lebih besar RAM lebih baik, mengapa? karena jika RAM terlalu kecil maka ketika menangangi pekerjaan besar akan meningkatkan kinerja virtual memory yang mana virtual memory ini mengkonsumsi daya yang lebih besar.

Diambil dari: http://sintamelani.blogdetik.com/2011/06/28/tentang-baterai-laptop/

Selasa, 28 Juni 2011

Toyota Celica

Toyota Celica adalah salah satu mobil sport keluaran Toyota. Mobil ini sudah memiliki 7 generasi dan generasi terakhir disebut seri T230 dan diproduksi dari tahun 1999-2006.

Di Indonesia, seperti juga di Jepang, Toyota Celica generasi ketujuh memiliki 2 tipe, yakni SS-I dan SS-II. SS-I memiliki mesin 1ZZ-FE, sedangkan SS-II memiliki mesin 2ZZ-GE. Kedua mesin tersebut memiliki volume 1800 cc dengan 4 silinder segaris.

SS-II sendiri memiliki subtipe lain yakni SS-II super strut package, dengan 2 pilihan, Elegant Sports Version atau Mechanical Sports Version. Versi yang paling tinggi dari Toyota Celica adalah Toyota Celica SS-II super strut package Mechanical Sports Version.

Mesin 1ZZ-FE standard dapat memuntahkan tenaga sebesar 140 HP sedangkan Mesin 2ZZ-GE standard dapat memuntahkan tenaga sebesar 190 HP.

Diambil dari: aswta-automotive.blogspot.com