Total Tayangan Halaman

Rabu, 03 Agustus 2011

Pariwisata: Banten: Masjid Seribu Pintu

Histori Masjid Seribu Pintu

Selasa, 2 Agustus 2011 - 14:59 wib
Pasha Ernowo - Okezone
Masjid Pintu Seribu (foto: khomsurizal.blogspot.com)
Masjid Pintu Seribu (foto: khomsurizal.blogspot.com)

SEMENJAK era Kesultanan Banten, nuansa religius sangat kental mewarnai kehidupan masyarakat Banten. Wajar memang, mengingat Banten kala itu adalah merupakan pusat penyebaran agama Islam di ujung barat Pulau Jawa.

Maka tak heran, potensi wisata Banten diera modern begitu didominasi wisata religi. Salah satunya adalah Masjid Pintu Seribu nama aslinya Masjid Nurul Yakin. Lokasinya di Kampung Bayur, Priuk Jaya, Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Banten. Cukup mudah dijangkau dengan mobil, hanya beberapa menit dari pusat Kota Tangerang.

Masjid ini dinamakan Masjid Seribu Pintu karena tidak ada yang tahu berapa jumlah sebenarnya pintu masjid ini. Bahkan, pengelola masjid pun tidak tahu persis berapa jumlah pintu yang ada. Karena mereka tidak pernah menghitung jumlah pintu yang ada di masjid itu.

Didirikan sekitar tahun 1978. Pendirinya seorang warga keturunan Arab yang warga sekitar menyebutnya dengan Al-Faqir. Semua pembiayaan dia tanggung sendiri. Sebagai penghormatan, warga sekitar memberinya gelar Mahdi Hasan Al-Qudratillah Al-Muqoddam. Kabarnya, Al-Faqir juga sedang membangun masjid serupa di Karawang, Madiun, dan beberapa kota lain di Indonesia.

Pembangunan masjid ini bahkan tidak memakai gambar rancang. Tidak ada disain dasar yang bisa menampilkan corak arsitektur tertentu. Ada pintu-pintu gerbang yang sangat ornamental mengikuti ciri arsitektur zaman Baroque, tetapi ada juga yang bahkan sangat mirip dengan arsitektur Maya dan Aztec.

Sekarang, bangunan mesjid ini sudah mencapai luas sekitar satu hektar. Diharapkan akan semakin banyak warga kampung mewakafkan tanahnya untuk memperluas bangunan mesjid di masa datang.

Di beberapa pintu, tampak ornamen dengan angka 999. Di antara pintu-pintu masjid terdapat banyak lorong sempit dan gelap yang menyerupai labirin. Di ujung lorong ada beberapa ruang berukuran sekitar empat kali tiga meter persegi. Ruang-ruang diberi nama, antara lain, Fathulqorib, Tanbihul-Algofilin, Safinatul-Jannah, Fatimah, dan lain-lain.

Salah satu ruang bawah tanah itu ada yang agak luas. Di sini terdapat sebuah tasbih superbesar dari kayu. Garis tengah masing-masing butir tasbihnya sekitar 10 sentimeter. Atau sekitar kepalan orang dewasa. Ruang ini biasa dipakai Al Faqir untuk berzikir.

Biasanya, pemandu sengaja mematikan lampu di ruangan itu, dan mengajak yang hadir untuk membayangkan saat-saat di alam kubur yang begitu sempit, pengap, dan gelap. Kemudian ia mengajak berdoa bersama dalam keheningan dan kegelapan.

Semua lorong-lorong itu akhirnya menuju sebuah ruang terbuka yang mirip stadion sepak bola. Di tempat inilah dilakukan salat berjamaah.

(uky)

Pariwisata: India: Wisata Religius

Liburan Wisata Religus di India

Selasa, 26 Juli 2011 - 12:53 wib
Pasha Ernowo - Okezone
Lumbini (Foto: Google)
Lumbini (Foto: Google)
INDIA terkenal memiliki sederet objek wisata favorit yang menakjubkan. Selain pengunungan dan kota-kota indah, para pencinta traveling yang ingin menghabiskan masa liburan bisa mengunjungi objek wisata religius yang terkenal seantero dunia.

Salah satu wisata religius yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Lumbini, tempat lahir sang Budha Gautama. Bagi umat Budha, Lumbini menjadi salah satu tempat yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke India. Pasalnya menurut sejarah, sang Budha Gautama dilahirkan dalam keluarga kerajaan pada 556 SM di Lumbini, perbatasan India dengan negara Nepal.

Konon, kelahiran sang Budha Gautama diikuti dengan munculnya tanda-tanda seperti tumbuhnya Pohon Bodhi. Oleh Raja Ashoka, penguasa besar Budhis masa itu, didirikan sebuah stupa dan pilar untuk mengenang sang Budha Gautama.

Pembangunan stupa dilakukan setelah Raja Ashoka mengunjungi tempat kelahiran sang Budha dua abad kemudian. Meski sekarang ini keadaan stupa dalam keadaan hancur, namun tidak menyurutkan wisatawan untuk mengenangnya.

Selanjutnya Anda harus berkunjung ke Bodhgaya. Di sinilah sang Budha Gautama mencapai kesempurnaannya setelah melakukan tapa di bawah sebuah pohon Bodhi pada usia 29 tahun. Di kota ini pula terdapat kuil Mahabodhi yang dibangun pada abad ke-3 oleh Raja Ashoka. Informasi lain mengatakan, kuil tersebut dibangun antara abad ke-5 dan ke-7.

Setelah itu, Anda harus menyambangi Samath, di lembah Sungai Gangga India, tempat sang Budha mengajarkan keimanan dan aspek-aspek ke-Budhaan. Tempat ziarah lainnya yang banyak dikunjungi adalah Shravasti. Di kota ini sang Budha melakukan banyak mukjizat besar. Kota terpenting lainnya Sankashaya. Menurut kepercayaan umat Budha, sang Budha Gautama dipercaya diturunkan dari surga Tushita. Kota ini menjadi satu-satunya tempat ziarah penganut Budha yang tidak memiliki satu kuil maupun biara.

Nalanda juga menjadi tempat ziarah penting. Bukan karena diberkati dengan kehadiran sang Budha, tapi karena adanya universitas biara yang terkenal, Rajgir yang juga memiliki daya pesona tersendiri, sang Budha pernah datang dan mengajar.

Peristiwa penting kedatangan sang Budha ke Rajgir adalah saat sang Budha mewariskan dua muridnya, Sariputra dan Maudgalyayana. Konon, Sariputra dianugerahi kecerdasan luar biasa. Sedangkan Maudgalyayana berkuasa untuk melakukan mukjizat. Kushinagar juga menjadi pusat perhatian wisatawan khususnya umat Budha yang berkunjung ke India. Pasalnya, di sinilah sang Budha Gautama mencapai maha samadi.
(tty)

Pariwisata: Sidney, Australia: 15 Pantai Indah Sidney

15 Pantai Terbaik Sydney

Kamis, 28 Juli 2011 - 08:14 wib
Gustia Martha Putri - Okezone
North Narrabeen Beach (foto: CNNGO)
North Narrabeen Beach (foto: CNNGO)

SYDNEY dan pantai adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Terdapat sekitar 100 pantai di sekitar pelabuhan dan sepanjang pantai, baik utara dan selatan Harbour Bridge, Sydney.

Sulit bagi para wisatawan maupun penduduk lokal untuk memilih yang terbaik. Untuk memudahkan Anda yang memiliki rencana berlibur ke Sydney, berikut daftar 15 pantai terbaik Sydney menurut BBCGO.

1. Palm Beach

Palm Beach memiliki nuansa tropis pada hari yang cerah. Pulau yang terletak di semenanjung utara Sydney ini pernah menjadi lokasi syuting sebuah serial televisi "Home and Away".

Pemandangan terbaiknya dapat Anda nikmati di bagian laguna air garam yang merupakan khas pantai di sisi utara pelabuhan. Berjemur di bawah hangatnya mentari pagi yang cerah di pantai ini dapat menjadi momen sempurna liburan Anda. Tak heran jika banyak selebriti ternama yang memilih pantai Palm ini sebagai tujuannya berlibur.

Berlokasi 45 kilometer dari pusat kota. Selama perjalanan menuju lokasi tersebut pun mata Anda akan disuguhkan pemandangan pantai sepanjang jalan.

2. Garie Beach

Berlokasi di Royal National Park, pantai besarnya yang spektakuler menjadikan Garie Beach sangat layak dijadikan agenda berlibur Anda jika plesir ke Sydney.

Pantai yang berlokasi di kilometer 54 wilayah selatan Sydney ini masih terjaga kealamiannya dengan baik dan merupakan tempat yang sempurna untuk hari bersantai Anda di pantai tanpa suara bising kehidupan kota.

Asyiknya lagi, kita bisa mencoba memancing ikan di batu-besar yang menghadap ke timur.

3. Freshwater Beach

Bagi Anda pecinta surfing, Anda bisa jatuh cinta ke pantai yang diapit dua buah tanjung di sisinya ini.

Freshwater Beach memang merupakan tempat sempurna bagi para peselancar. Walau pantai ini hanya memiliki panjang 350 meter, namun pantai ini populer dikalangan surfer.

4. North Narrabeen Beach

Bagi Anda yang berlibur bersama keluarga dengan hobi yang berbeda-beda, North Narrabean Beach yang terletak di 25 kilometer arah utara dari pusat kota Sydney ini bisa jadi pilihan pas.

Di pantai yang landai ini, pecinta renang, pecinta surfing atau bagi yang berjemur di bawah hangatnya terik matahari, dapat menikmati liburan bersama dengan aktifitas yang disukai.

Pantainya yang landai, sangat pas untuk berenang tanpa ancaman bahaya. Walau begitu ombak di pantai ini dipastikan memikat hati untuk melakukan aksi di atas papan seluncur.

Apalagi jika hanya ingin segera berjemur di pinggiran pantai seraya menikmati pemandangan pantai yang sangat luas, atau mengajak si kecil membuat istana pasir. Pantai sepanjang tiga kilometer ini sangat ideal untuk seluruh keluarga.

5. Pantai Clovelly

Clovelly beach is also the lovely one! Sangat pas bagi Anda yang ingin menyaksikan pemandangan bawah laut dengan melakukan snorkling.

Pantai kecil yang tenang ini juga unik. Pasalnya, pantai ini diapit oleh dua pegunungan berbatu.

Di Clovelly beach ini Anda juga akan mendapatkan pengalaman berenang yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk wisatawan pantai-pantai lain di dekatnya. Atau Anda pun dapat berjalan-jalan santai di sore hari seraya menikmati terbenamnya mentari.

Ingin tahu sisa pantai berikutnya, ikuti kelanjutannya di okezone.com

(uky)

Pariwisata: Jepang: 4 Istana Indah di Jepang

Empat Istana Indah di Jepang

Selasa, 26 Juli 2011 - 13:10 wib
Pasha Ernowo - Okezone
Istana Nagoya (Foto: Google)
Istana Nagoya (Foto: Google)
SETELAH bencana tsunami, banyak tempat wisata di Jepang yang mengalami kerusakan. Namun, Jepang tidak kurang tempat untuk dikunjungi wisatawan.

Jepang berada di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat China, Korea, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di laut Okhotsk dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di laut China Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.

Anda yang ingin mengunjungi Jepang bisa melihat objek wisata istana. Beberapa istana yang direkomendasikan seperti di bawah ini:

Istana Osaka

Istana Osaka adalah istana yang terletak di dalam Taman Istana Osaka, distrik Chuo-ku, Kota Osaka, Jepang. Istana Osaka berada di ujung paling sebelah utara daerah Uemachi, menempati lokasi tanah yang paling tinggi dibandingkan dengan wilayah sekelilingnya.

Istana Osaka merupakan bangunan peninggalan budaya yang dilindungi oleh pemerintah Jepang. Menara utama Istana Osaka yang menjulang tinggi merupakan simbol Kota Osaka.

Istana Osaka dimanfaatkan sebagai istana sekaligus benteng sejak zaman Azuchi Momoyama hingga zaman Edo. Istana Osaka yang ada sekarang terdiri dari menara utama yang dilindungi oleh dua lapis tembok tinggi yang dikelilingi oleh dua lapis parit, parit bagian dalam (Uchibori) dan parit bagian luar (Sotobori). Air yang digunakan untuk mengaliri parit istana diambil dari sungai Yodo mengalir di sebelah utara Istana Osaka.

Istana Nagoya

Istana Nagoya adalah istana yang terletak di Kota Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang. Di sekeliling istana terdapat Taman Meij?. Istana ini merupakan tempat kediaman Keluarga Tokugawa-Owari selama 17 generasi. Istana Nagoya disebut-sebut sebagai salah satu dari 3 istana terbaik di Jepang yang pernah dibangun Kato Kiyomasa dan T?d? Takatora. Dua istana lainnya adalah Istana Osaka dan Istana Kumamoto.

Di atas atap menara utama terdapat dua ekor shachi (ikan legenda berkepala harimau) dari emas murni, sehingga Istana Nagoya terkenal sebagai Istana Shachi Emas atau Istana Emas. Ikan shachi dari emas juga merupakan lambang Kota Nagoya.

Istana Hirosaki

Istana Hirosaki adalah istana di Kota Hirosaki, Prefektur Aomori, Jepang. Istana ini dibangun pertama kali pada 1611 dan merupakan istana tempat tinggal klan Tsugaru sekaligus kantor pemerintahan Domain Hirosaki.

Nama lain istana ini adalah Istana Takaoka. Istana Hirosaki masih menyisakan menara utama dan menara pengawas yang dibangun pada zaman Edo. Di Istana Hirosaki terdapat lebih dari 2.600 batang pohon sakura, dan terkenal di seluruh Jepang sebagai tempat melakukan hanami.

Istana Heian

Istana Heian atau Daidairi adalah istana kekaisaran di Ibu Kota Jepang Heian-ky? (Kyoto) dari 794 hingga 1227. Istana berada di ujung utara kota, dan dibangun meniru perencanaan Kota Chang'an pada zaman Dinasti Tang dan Dinasti Sui. Istana ini berfungsi sebagai tempat kediaman resmi kaisar dan pusat administrasi Jepang selama zaman Heian (794-1185).

Istana berada di kawasan tertutup yang dikelilingi tembok. Di dalamnya terdapat beberapa gedung upacara dan administrasi, termasuk kantor-kantor kementerian. Istana Dalam yang disebut Dairi dikelilingi tembok terpisah dan merupakan kompleks kediaman Kaisar Jepang. Selain tempat tinggal kaisar, Dairi merupakan tempat kediaman istri-istri kaisar serta gedung-gedung yang dipakai kaisar dalam melaksanakan tugas resmi dan seremonial.
(tty)P

Pariwisata: Siprus

Pesona Keindahan Perairan Mediterania di Siprus

Minggu, 31 Juli 2011 - 09:14 wib
Pasha Ernowo - Okezone
Pantai Cyprus (foto: istanbullife.org)
Pantai Cyprus (foto: istanbullife.org)

MENDATANGI perairan Mediterania akan sangat memberikan sumber fantasi, imajinasi dan hiburan bagi manusia sejak awal waktu. Dipersatukan perairan yang maha biru, pemandangan nan spektakuler, serta penuh dengan sejarah dan pesona yang berakar dari mitologi kuno.

Setidaknya ada 116 pulau di kawasan ini, dengan kepemilikan yang terbagi pada 11 negara. Salah satu negara yang memiliki pulau yang luar biasa intimewa adalah negara Siprus. Berlokasinya diapit oleh Suriah, Libanon dan Israel di sebelah timur, Mesir di sebelah selatan, Turki di utara dan Yunani di barat laut.

Karena lokasinya yang maha strategis ini, Pulau Siprus menempati posisi teratas dalam daftar kunjungan wisata di kawasan Mediterania.

Di pusat Kota Nikosia, Anda dapat menemui pemandian khas Turki di Omeriye Hamam, berjalan-jalan dan menikmati salad Khoriatiki, domba rebus dan kentang di area pasar sayur dan buah, serta bersantai dengan minuman menyegarkan di Ta Kala Kathoumena atau Brew.

Di luar kota, Pegunungan Troodos dengan sembilan gereja serta sebuah biara yang menjadi situs warisan dunia UNESCO telah siap menyapa Anda dengan sajian pemandangannya yang luar biasa.

Jangan lewatkan pemandangan spektakuler Amphitheatre Curium yang diukir di sisi tebing pada sekitar abad ke-2, menyajikan drama Shakespeare sepanjang musim panas dengan latar berupa panorama Laut Mediterania.

Tak ketinggalan salah satu lokasi paling wajib Anda kunjungi, yaitu Petra Tou Romiou, atau sebongkah batu besar di sepanjang pantai selatan yang menurut legenda merupakan tempat dimana Aphrodite muncul dari laut.

Tak hanya menjadi lokasi sempurna bagi kemunculan Aphrodite di dunia, pantai di Pulau Siprus juga dikenal karena keelokannya. Belum lama ini, dua pantai di Pulau Siprus, yaitu Agia Napa dan Protaras, berhasil menempati posisi pertama dan ketiga dalam daftar "2011 Top Ten European Beach Destinations".

Tak hanya itu, Agia Napa sukses membakar gairah para wisatawan untuk datang dan berenang terutama karena kombinasi sempurna antara pemandangan alam dan kehidupan malamnya yang meriah. Pantai berpasir lembut, perahu wisata, tempat menyelam, dan perairan yang sebening kristal terbukti berhasil memikat Eropa untuk memuja Agia Napa.

(uky)

Pariwisata: Surabaya: Masjid Sunan Ampel

Masjid Sunan Ampel, Bapak Para Wali
Meski bukan Wali Songo yang pertama, namun dia disebut bapak para sunan
Rabu, 3 Agustus 2011, 06:49 WIB
Arfi Bambani Amri
Masjid Sunan Ampel di Surabaya (easts2009.org)

VIVAnews - Kedatangan Raden Rahmat atau Sunan Ampel ke Surabaya di abad ke-14 bagaikan diturunkan dari langit. Dia diketahui lahir di Campa tahun 1401. Ayahnya, Ibrahim Asmarakandi, berasal dari Samarkan, Uzbekistan.

Menurut Pembantu Takmir Masjid Ampel, Ustad H Baidowi Muri, tidak perlu dipersoalkan tempat muasal Sunan Ampel. Baginya, yang terpenting adalah dari kawasan Ampel ini, Sunan Ampel telah melahirkan banyak murid yang kemudian menyebarkan ajaran Islam hingga ke seluruh pelosok Nusantara.

Konon, Sunan Ampel masuki Pulau Jawa di tahun 1443 bersama adiknya, Sayid Ali Murtadho. Keperluannya datang ke tanah Jawa adalah menemui Putri Campa, Dwarawati, yang dipersunting oleh Raja Majapahit (sekarang Mojokerto) di Jawa Timur yang bergelar Prabu Sri Kertawijaya.

Raja Majapahit kemudian memberi hadiah k epada Raden Rahmat kawasan Ampel Denta yang berawa-rawa. Di tempat itulah, kemudian Rahmat membangun pondok pesantren dan mengajak masyarakat sekitar untuk belajar di pesantrennya. Hingga kemudian di pertengahan Abad 15, pesantren itu berkembang pesat menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di Nusantara bahkan mancanegara.

Setelah selesai belajar kemudian santri-santrinya tersebar untuk berdakwah ke berbagai pelosok. Tak hanya di tanah Jawa dan Madura, melainkan ke seluruh Nusantara. Menurut Baidowi, para santri Sunan Ampel kemudian mendirikan pondok pesantren di berbagai wilayah sebagai sarana berdakwah menyebarkan ajaran Islam.

"Salah satu contohnya yang paling konkret adalah keberadaan pondok pesantren yang bermunculan di kampung Sidosermo di Surabaya yang masih bisa kita saksikan sampai sekarang," ujarnya. Selain ponpes-ponpes di Sidosermo, masih banyak lagi di seluruh Nusantara yang susah untuk disebutkan satu persatu lanjut lelaki itu.

Sunan Ampel sendiri punya sebutan sebagai Bapak Para Sunan. Sebab dari pondoknya itulah melahirkan banyak sunan yang menyebarkan Islam di berbagai wilayah. Di antaranya, ada Sunan Giri dan Raden patah.

Sunan lainnya adalah putra kandungnya sendiri, seperti Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) dan Syarifuddin (Sunan Drajat). Seorang lagi adalah menantunya yang menikahi putrinya, yaitu Sunan Kalijaga.

Sunan Ampel juga punya andil besar atas berdirinya kerajaan Islam pertama di Jawa yakni Demak di Jawa Tengah. Dialah yang mengangkat Raden Patah sebagai Sultannya yang pertama. Atas inisiatif Sunan Ampel pula Masjid Agung Demak kemudian dibangun kira-kira pada tahun Saka 1401 atau sekitar tahun 1479 Masehi.

Konon, Sunan Ampel kepada para santrinya memberikan pengajaran sederhana yang menekankan pada penanaman akidah dan ibadah. Salah satu ajarannya yang paling populer dan masih melekat di hati masyarakat kelas bawah adalah yang terkenal dengan istilah Mo Limo – Moh Main, Moh Ngombe, Moh Maling, Moh Madat, lan Moh Madon alias seruan untuk tidak berjudi, tidak minum-minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkoba, dan tidak berzina.

Sunan Ampel diperkirakan wafat di tahun 1481 di Demak dan kemudian dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel Surabaya yang masih berdiri megah sampai hari ini. (sj)

Laporan Tudji Martudji | Surabaya

• VIVAnews

Pariwisata: Yogyakarta: Makam Raja Mataram

Bulan Puasa, Makam Raja Mataram Sepi Peziarah
Para peziarah tak bisa sembarangan memasuki komplek pemakaman yang berada di Kotagede ini.
Rabu, 3 Agustus 2011, 15:15 WIB
Eko Huda S
Gerbang komplek makam Raja Mataram (wisatajogja17.blogspot.com)

VIVAnews - Makam raja-raja Kerajaan Mataram yang terletak di Kotagede, Yogyakarta tampak sepi dari para peziarah pada bulan Ramadan. Padahal, pada pada bulan-bulan biasa, komplek pemakaman ini ramai dikunjungi oleh masyarakat. Lantas, apa penyebabnya?

"Selama satu bulan Ramadan, makam raja-raja di tutup. Tidak boleh untuk ziarah. Karena itu perintah Raja Keraton Yogja dan Raja Keraton Solo," kata Masbekel Hastono Raharjo, Abdi Dalem Kraton selaku juru kunci makam raja-raja Mataram, dalam perbincangannya dengan VIVAnews.com di lokasi, Yogyakarta, Selasa 3 Agustus 2011.

Dia mengatakan, terdapat 81 kuburan Raja Mataram beserta keluarga di komplek makam ini. Makam itu terletak dalam komplek kerajaan peninggalan Raja Mataram I. "Ini adalah Kraton Kerajaan Mataram I tahun 1579 masehi, masa Panembahan Senopati, Raja Mataram I," kata dia.

Para Raja Mataram yang dikuburkan di komplek itu adalah Hanyokrowati (anak Panembahan Senopati) sebagai Raja Mataram II, Sri Sultan Hamingkubuwono II, Sultan Hadiwijoyo atau Jokotingkir (Raja Pajang), dan Paku Alam I hingga Paku Alam IV beserta keluarga.

Para peziarah tak bisa sembarangan masuk ke dalam komplek pemakaman ini. Untuk berziarah ke komplek makam ini, para peziarah, baik laki-laki maupun perempuan diwajibkan mengenakan palkaian tradisional. "Untuk masuk ke makam, laki-laki harus pakai baju peranakan atau kain batik (baju adat Jawa)," kata dia.

"Sedangkan perempuan pakai kemben [baju adat Jawa] yang hanya menggunakan kain batik sebagai penutup tubuh). Tidak boleh memakai tutup kepala, gelang, kalung harus dilepas."

Masbekel menambahkan, pada hari biasa makam Raja Mataram tersebut hanya buka dihari-hari tertentu. Yaitu, Hari Minggu, Kamis, Senin dan Jum'at.

Laporan: Erick Tanjung l Yogyakarta

• VIVAnews