Total Tayangan Laman

Rabu, 03 Agustus 2011

Pariwisata: Makam Keramat Kampung Genteng Surabaya

Makam Keramat, Daya Tarik Lain Kampung Genteng

Rabu, 27 Juli 2011 - 16:02 wib
Pasha Ernowo - Okezone
(foto: morincirebon.blogspot.com)
(foto: morincirebon.blogspot.com)

CUKUP unik makam yang satu ini, berada di dalam rumah, di bawah sebuah tempat tidur. Sedangkan untuk yang lain terdapat di kampung Genteng Surabaya yang satu ini cukup unik. Meskipun terhimpit bangunan pemukiman yang cukup padat, namun masih tetap bertahan.

Makam itu tak lain adalah makam Buyut Kohyan dan Buyut Santri yang dipercaya warga sekitar merupakan makam sesepuh kampung Genteng. Makam keramat tersebut terletak di jalan Genteng Besar Gang Makam, Surabaya.

Untuk menuju makam, jalannya cukup sempit, hanya selebar 1,5 meter. Makam Buyut Kohyan sendiri terdiri dari dua makam, makam laki-laki dan makam perempuan. Warga sendiri tidak tahu siapa nama sebenarnya dari mereka yang dipercaya berasal dari Sumatera itu.

Makam itu cukup terawat dengan bangunan porselen. Di atasnya terlihat bunga berwarna merah yang menimbulkan aroma wangi di sekitarnya. Letaknya yang merapat di salah satu bangunan rumah tak membuat makam itu tidak sedap dipandang.

Malahan yang terlihat adalah keunikan karena sebuah makam kuno terkepung oleh bangunan modern. Sayangnya karena letaknya yang ada di dalam gang sempit, tak banyak warga yang tahu kalau di situ terdapat makam salah satu sesepuh kampung Genteng.

Makam Buyut Santri malahan lebih unik lagi. Makam kuno itu terletak di dalam rumah no 5 A di kampung itu. Pada awalnya makam itu akan dibongkar ketika mau didirikan rumah, namun Buyut Santri keberatan kalau dipindah sehingga ia datang lewat mimpi salah satu keturunannya dan minta agar makamnya tidak dipindah.

Tiga makam itu sendiri sebenarnya sebuah komplek makam yang terletak di belakang sebuah musholla yang didirikan oleh Kyai Mu'in. Seperti kebanyakan orang dulu, setiap tempat peribadatan seperti masjid atau mushala, pasti ada bangunan makam di belakangnya.

Namun seiring berlalunya waktu dan akibat era modernisasi, pembangunan telah menggerus kampung itu sehingga di areal makam tersebut terpaksa didirikan bangunan rumah.

(uky)

Tidak ada komentar: